purnawaktu adalah

Purnawaktu Adalah: Definisi hingga Tantangannya

Umumnya saat mendapatkan info lowongan kerja, kandidat tentunya mengetahui istilah paruh waktu dan purnawaktu. Hal ini digunakan untuk membedakan durasi seseorang ketika bekerja dalam sehari atau sepekan. Padahal ternyata bukan hal itu saja yang membedakan tipe kerja paruh waktu dan purnawaktu. Jika pekerja paruh waktu ini waktu kerjanya di bawah 40 jam per minggu, maka waktu kerja bagi pekerja purnawaktu adalah 40 jam per minggu. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan lebih lengkap di bawah ini!

Definisi Purnawaktu

purnawaktu adalah

Sumber: iStockPhoto

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, purnawaktu (full time) adalah sepenuh waktu yang ditetapkan. Maksudnya adalah, seorang karyawan telah bekerja sesuai jumlah total jam yang ditentukan oleh perusahaan selama satu minggu. Jenis pekerjaan purnawaktu biasanya dihitung selama 8 jam sehari dan 40 jam dalam seminggu. Lalu, umumnya dihitung selama lima hari kerja, mulai dari Senin-Jumat.

Seseorang yang memiliki pekerjaan purnawaktu akan bekerja selama jam kerja standar dan tidak memiliki kewajiban tambahan di luar jam kerja tersebut, seperti bekerja di tempat lain atau memiliki pekerjaan sambilan. Mereka akan sepenuhnya mengabdikan waktu dan energi mereka untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan yang diberikan pada jam kerja yang ditentukan.

Apa Bedanya dengan Paruh Waktu?

Ada beberapa hal yang membedakan antara paruh waktu dan purnawaktu, yaitu sebagai berikut.

1. Gaji Atau Pendapatan

Perbedaan yang pertama adalah soal gaji. Karena karyawan purnawaktu bekerja selama 40 jam dalam seminggu, maka ia berhak memperoleh penghasilan lebih besar. Sementara itu, karyawan paruh waktu umumnya mendapat gaji yang lebih sedikit, karena jam kerja mereka tak sebanyak karyawan full time.

2. Jadwal Kerja

Jadwal kerja karyawan purnawaktu telah ditetapkan oleh perusahaan. Umumnya, keterangan soal jadwal kerja telah tertera dalam surat perjanjian kontrak antara karyawan dengan perusahaan. Sementara itu, karyawan paruh waktu juga mendapatkan jadwal kerja, tetapi jadwal kerjanya lebih fleksibel dibandingkan karyawan full time. Misalnya, karyawan purnawaktu akan mendapatkan shift di Sabtu atau Minggu, sementara karyawan part time tidak mendapatkan shift sehingga diberikan libur.

3. Tunjangan

Perbedaan yang selanjutnya adalah soal tunjangan. Karyawan purnawaktu yang sudah diangkat menjadi karyawan tetap umumnya akan mendapat sejumlah tunjangan dari perusahaan, misalnya tunjangan makan, transportasi, hingga THR setiap Idul Fitri. Sedangkan karyawan paruh waktu tidak mendapatkan tunjangan seperti halnya karyawan full time. Jadi, apa yang mereka dapatkan hanyalah gaji pokok sesuai dengan kebijakan perusahaan.

4. Manfaat Pekerjaan

Pekerja purnawaktu cenderung memiliki manfaat pekerjaan yang lebih lengkap. Seperti asuransi kesehatan, cuti yang lebih banyak, pensiun, dan manfaat lainnya yang disediakan oleh perusahaan. Sedangkan pekerja paruh waktu mungkin memiliki akses terbatas atau bahkan tidak memiliki manfaat pekerjaan seperti cuti yang sama dengan pekerja purnawaktu.

5. Keamanan Kerja

Banyak orang meyakini bahwa bekerja penuh waktu menawarkan lebih banyak keamanan atau job security daripada mereka yang bekerja  part time. Biasanya, pekerja penuh waktu lebih banyak mendapatkan manfaat, tunjangan, dan remunerasi lebih tinggi. Namun hal ini sebenarnya tak sepenuhnya benar karena kedua jenis pekerjaan ini juga memiliki risikonya masing-masing.

6. Kewajiban Pekerjaan

Pekerja purnawaktu sering memiliki tanggung jawab pekerjaan yang lebih besar dan mungkin memiliki peran atau tugas yang lebih luas dalam organisasi. Sementara itu, pekerja paruh waktu biasanya memiliki tanggung jawab yang lebih terbatas dan peran yang lebih spesifik.

Untungnya Purnawaktu Bagi Dunia Kerja

purnawaktu adalah

Sumber: iStockPhoto

Meskipun ada pro dan kontranya tersendiri, pekerja purnawaktu penting dalam dunia kerja. Berikut keuntungan bagi pekerja purnawaktu:

1. Hak Paid Leave

Sebagai pekerja purnawaktu, artinya karyawan berhak untuk mendapatkan hak cuti berbayar (paid leave). Artinya, meskipun sedang cuti, gaji pekerja purnawaktu tidak akan dipotong. Bahkan, ada jumlah minimum paid leave yang wajib diberikan perusahaan kepada pekerjanya.

2. Promosi Jabatan

Bekerja sebagai karyawan purnawaktu, artinya karyawan memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier di perusahaan. Contohnya adalah kesempatan promosi jabatan dan kenaikan gaji setelah menjalani periode kerja dalam waktu tertentu, atau setelah memenuhi beberapa kebijakan lainnya dari perusahaan. Di sisi lain, karyawan paruh waktu atau kontrak biasanya harus diangkat menjadi karyawan purnawaktu terlebih dahulu untuk memiliki peluang ini.

3. Sumber Pendapatan Stabil

Pekerjaan purnawaktu menawarkan kelebihan lainnya yaitu penghasilan tetap yang stabil. Selain itu, beberapa perusahaan bahkan memberikan komisi atau bonus tambahan kepada karyawan purnawaktu. Hal ini tentu jauh lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan paruh waktu atau pekerja lepas, dimana jumlah penghasilan yang kamu dapatkan sifatnya fleksibel dan tidak tetap.

4. Job Security Lebih Baik

Job security adalah seberapa tinggi kemungkinan karyawan untuk mempertahankan pekerjaan yang saat ini dimiliki. Pekerjaan purnawaktu memberikan karyawan job security yang lebih baik. Artinya, kemungkinan untuk kehilangan pekerjaan penuh waktu sangat rendah. Berbeda dengan pekerja kontrak, paruh waktu, atau pekerja lepas yang pemutusan hubungan kerjanya bisa terjadi lebih cepat.

Tantangan Purnawaktu bagi Perusahaan

Bekerja secara purnawaktu mengharuskanmu untuk berkomitmen secara penuh dan loyal pada perusahaan. Meskipun memiliki beberapa keuntungan, ada beberapa tantangan pekerjaan purnawaktu:

1. Sulit Menerapkan Work-Life Balance

Dikarenakan oleh jam kerja yang lumayan banyak, karyawan mungkin akan merasa kesulitan untuk menyeimbangkan antara kehidupan kantor dan kehidupan pribadinya. Tak jarang juga para karyawan masih harus lembur kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya di luar jam kerja. Hal ini disebabkan karena beban kerja karyawan penuh waktu yang tentu lebih banyak apabila dibandingkan dengan pekerja paruh waktu atau pekerja lepas.

2. Tidak Bisa Memilih Proyek yang Diinginkan

Bekerja secara purnawaktu adalah karyawan siap menjadi bagian dari suatu tim atau departemen. Itulah mengapa sangat kecil kemungkinannya mereka bisa memiliki kebebasan untuk memilih project di kantor. Apabila karyawan ingin memiliki kebebasan seperti ini, mungkin bisa mempertimbangkan untuk memulai karier sebagai freelancer. Selain bisa memilih project yang ingin diambil, karyawan juga bisa tentukan sendiri berapa biaya jasa dan bekerja untuk lebih dari satu klien.

3. Berpotensi Terjebak di Zona Nyaman

Sebagai karyawan purnawaktu dengan job security yang tinggi, karyawan mungkin mulai merasa tidak perlu untuk berjuang mencari peluang yang lebih baik. Akibatnya, mereka menjadi tidak memiliki ambisi untuk mengejar career goal. Karyawan tetap perlu meningkatkan kemampuan dan kompetensi agar bisa terus bersaing dengan ribuan profesional lainnya. Hal ini sangat penting terutama untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, seperti gelombang PHK massal yang belakangan ini sering terjadi.

4. Mudah Bosan dan Stres

Rutinitas yang itu-itu saja bisa jadi salah satu faktor yang membuat karyawan mudah bosan dengan pekerjaannya. Tidak sedikit karyawan yang akhirnya memutuskan resign karena merasa jenuh. Selain rasa bosan, karyawan purnawaktu juga berpotensi untuk merasakan stres yang lebih tinggi karena tuntutan dan workload yang lebih banyak dari pada pekerja paruh waktu.

Kelola Benefit Karyawan Purnawaktu dengan BroadwaysHR!

purnawaktu adalah

Meskipun memiliki tantangan dan kendala tersendiri, pekerjaan purnawaktu juga memberikan banyak keuntungan. Seperti fleksibilitas waktu, tunjangan, dan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Sebagai HR, Anda bisa memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan kinerja karyawan. BroadwaysHR adalah aplikasi HR yang bisa membantu dalam berbagai hal, mulai dari pengelolaan data karyawan hingga manajemen kompensasi dan benefit melalui fitur Compensation and Benefit Management. Segera registrasi di sini untuk mendapatkan uji coba 30 hari secara GRATIS!