surat pemutusan hubungan kerja

Ini Cara Buat Surat Pemutusan Hubungan Kerja dan Contohnya!

Dalam kondisi tertentu, perusahaan bisa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau yang sering disingkat dengan PHK. Saat hal ini terjadi, umumnya perusahaan akan menginformasikannya secara langsung kepada karyawan yang terkena PHK dan memberikan surat pemutusan hubungan kerja secara resmi. Nah, pada artikel berikut akan dibahas tentang hal-hal terkait PHK beserta cara membuat surat PHK yang benar.

Sekilas Tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Terkena dampak PHK tentu menjadi hal yang tidak menyenangkan, apalagi jika terjadi secara mendadak. PHK ditandai dengan berakhirnya hubungan kerja antara perusahaan/pemberi kerja/pelaku bisnis/pengusaha kepada karyawannya. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan dengan ketentuan tertentu yang sudah diatur dalam Undang-Undang.

Pada pelaksanaannya, perusahaan biasanya akan menerbitkan surat pemutusan hubungan kerja secara resmi kepada karyawan yang terdampak. Dikarenakan hal ini cukup merugikan karyawan, maka perusahaan juga wajib memberikan kompensasi berupa pesangon, uang penghargaan masa kerja, serta uang penggantian hak.

Baca juga: Ini Syarat Menjadi Karyawan Tetap dan 5 Keuntungannya!

PHK Diperbolehkan Jika Alasannya Ini!

Proses Pemutusan Hubungan Kerja hanya bisa dilakukan jika alasannya sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja. Berikut rincian alasannya:

  • Terjadinya proses merger, peleburan, pengambilalihan, serta pemisahan perusahaan yang mengakibatkan perusahaan mengakhiri hubungan kerja. Bisa juga karena perusahaan tidak ingin menerima pekerja atau buruh
  • Perusahaan mengalami kerugian sehingga melakukan langkah efisiensi dengan cara PHK. 
  • 3.Perusahaan gulung tikar karena merugi dalam jangka waktu 2 tahun berturut-turut.
  • Bisnis mandek akibat kondisi force majeure.
  • Terjadinya kondisi penundaan kewajiban pembayaran utang dalam perusahaan.
  • Perusahaan jatuh pailit.
  • Permohonan PHK dari pihak pekerja atau buruh karena terjadi beberapa hal berikut.
  1. Tindak penganiayaan dan penghinaan secara kasar serta mengancam pekerja.
  2. Adanya permintaan untuk mengarahkan pekerja atau buruh melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Undang-Undang.
  3. Perusahaan terbukti tidak menggaji karyawan secara tepat waktu sesuai kontrak kerja selama 3 bulan berturut-turut atau lebih.
  4. Perusahaan melanggar surat perjanjian atau surat kontrak yang telah ditandatangani kedua belah pihak.
  5. Perusahaan meminta pekerja atau buruh untuk melakukan pekerjaan di luar perjanjian kerja.
  6. Pemberi kerja memberi pekerjaan yang tidak ada di surat perjanjian seperti pekerjaan yang membahayakan jiwa, keselamatan, kesehatan, dan kesusilaan pekerja.
  • Ada putusan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial agar pengusaha tidak melakukan perbuatan terhadap permohonan yang diajukan oleh pekerja atau buruh dan memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja
  • Pekerja mengajukan resign atas keinginan sendiri dengan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
  1. Membuat permohonan resign secara tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal pengunduran diri berlangsung.
  2. Tidak terikat ikatan dinas.
  3. Tidak mengabaikan kewajiban sampai tanggal resign.
  • Pekerja atau buruh mangkir selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut tanpa ada keterangan tertulis atau konfirmasi via panggilan dari pengusaha sebanyak  2 kali, baik secara lisan atau tertulis
  • Terbukti melanggar ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama dan sebelumnya telah mendapatkan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut dalam jangka waktu paling lama 6 bulan, kecuali perihal ini telah ditetapkan lain dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama
  • Pekerja atau buruh tidak dapat melaksanakan kewajiban selama 6 bulan karena ditahan pihak yang berwajib dengan dugaan tindak pidana
  • Mengalami sakit yang berkepanjangan atau cacat akibat kecelakaan kerja sehingga tidak dapat melakukan pekerjaannya hingga melampaui batas pengobatan selama 12 bulan.
  • Telah memasuki usia pensiun.
  • Yang bersangkutan, dalam hal ini pekerja, telah meninggal dunia.

Baca juga: Pegawai Swasta dalam Perusahaan: Masa Kerja, Hak Kewajiban, dan 6 Contohnya

Cara Membuat Surat Pemutusan Hubungan Kerja

surat pemutusan hubungan kerja

Sumber: Freepik

Pembuatan surat pemutusan hubungan kerja biasanya menggunakan bahasa baku yang sesuai EYD. Selain itu, surat tersebut juga terdiri dari beberapa komponen yang disusun secara urut. Urutan komponen tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

1.Kop Surat

Lumrahnya surat resmi di suatu perusahaan, surat PHK juga diawali dengan kop surat pada bagian atas yang berisikan nama perusahaan, alamat perusahaan, dan nomor perusahaan.

2.Nomor Surat

Di bawah kop surat diisi dengan nomor surat sebagai bukti arsip perusahaan. Nomor yang tertera umumnya juga mencantumkan tahun diterbitkannya surat PHK tersebut.

3.Perihal

Perihal diisi dengan tujuan dibuatnya surat tersebut, dalam hal ini adalah surat pemutusan hubungan kerja.

4.Identitas Pemberi Keputusan

Biasanya, pada komponen ini diisi dengan nama perwakilan divisi HRD yang menangani hal-hal terkait ketenagakerjaan.

5.Isi Surat

Di dalam isi surat umumnya ditulis nama pekerja yang terkena PHK, alasan PHK, dan tanggal resmi dari pemberhentian kerja dimulai.

6.Penutup Surat

7.Tempat dan Tanggal Pembuatan Surat PHK.

8.Tanda Tangan, Nama Terang, dan Stempel Perusahaan.

Baca juga: Pentingnya Data Karyawan bagi Perusahaan, Kini Telah Terintegrasi dan Real Time!

Contoh Surat Pemutusan Hubungan Kerja

Nah, agar lebih mudah dalam memahaminya, Anda bisa menyimak contoh surat PHK di bawah ini sebagai gambaran. 

PT. Cipta Pesona Harapan

Jl. Nusa Dua No. 100, Surabaya

Telp. 031-397865

 

Surabaya, 15 Agustus 2022

Perihal: Pemutusan Hubungan Kerja

 

Kepada Yth, 

Reza Rahardian

Staff Operasional

PT. Cipta Pesona Harapan

Dengan hormat, 

Bersama dengan surat ini, kami atas nama perusahaan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara. Perusahaan saat ini sedang mengalami keterpurukan finansial yang cukup berat sehingga dengan sangat terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja  per tanggal 30 Agustus 2022 demi efisiensi perusahaan. 

Demikian surat pemberhentian kerja dari perusahaan. Atas pengertian dan perhatian saudara kami ucapkan terima kasih. Semoga saudara dapat maklum dan menerima keputusan ini dengan berbesar hati.

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih.

 

Hormat kami,

Direktur PT. Cipta Pesona Harapan

 

Hotma Sitorus. (disertai tanda tangan dan cap perusahaan)

 

Baca juga: Pahami Kontrak Kerja Karyawan PKWT, PKWTT, dan Freelance, Apa Bedanya?

surat pemutusan hubungan kerja

Demikian informasi penting terkait surat pemutusan hubungan kerja yang bisa Anda simak. Di era teknologi yang semakin canggih seperti sekarang, perusahaan dapat membuat sekaligus menginformasikan perihal surat PHK melalui fitur Employee Management dari aplikasi BroadwaysHR.

Yuk coba gratis aplikasinya sekarang juga dan ketahui berbagai informasi penting lainnya terkait human resource information system dengan klik di sini.