Bagaimana Perusahaan Beradaptasi dengan New Normal
Bagaimana Perusahaan beradaptasi dengan New Normal mulai diperhatikan oleh para pengusaha. Selama Covid 19, banyak perusahaan yang memilih melakukan work from home untuk karyawannya. Aktivitas Bisnis semakin didorong ke menggunakan digital ataupun teknologi. Banyak yang memikirkan bagaiamana agar perusahaan bisa tetap berjalan. New Normal ini adalah kesempatan untuk perusahaan menujukan kegigihannya beradaptasi dan terus menanggapi kebutuhan market.
Berikut beberapa point bagaimana perusahaan beradaptasi dengan new normal
Meminta Feedback dari Karyawan dan Pelanggan
Di saat seperti ini kita harus mendengar orang-orang di sekitar bisnis atau perusahaan kita, baik karyawan maupun pelanggan. Karena dari feedback ini kita bisa menemukan solusi terbaik. Dari berbagai sudut pandang yang kita dapat, kita akan lebih bijak dan mudah dalam mengambil keputusan untuk Bisnis atau Perusahaan.
Berkonsultasi dengan para Ahli
Banyak orang panik dalam menghadapi pandemi covid-19 ini. Apa yang harus dilakukan dan bagaimana dalam menghadapinya? Berbagai eksperimen dilakukan untuk bisa beradaptasi dengan kondisi ini. Karena pandemi ini sangat mempengaruhi ekonomi global. Banyak dari pengusaha mulai mencari bimbingan, baik private maupun melalui workshop atau seminar untuk membantu menghadapi pandemi ini. Baik dalam cara bekerja, cara berbisnis dan cara bertahan.
Memahami kondisi market/ konsumen
Setelah meminta feedback kemudian kita pahami sikap dan perilaku konsumen di saat pandemi. Apa yang mereka fikirkan dan butuhkan. Karena semuanya juga berubah dan pasti akan mempengaruhi aktivitas bisnis kita. Setelah memahami kondisi market, kita akan lebih mudah menyusun strategi.
Mempersiapkan Digitalisasi Bisnis
Semenjak covid-19 datang, perilaku masyarakat dan konsumerisasinya juga berubah. Banyak yang menghabiskan waktu di depan gadget, berbelanja melalui online dan semuanya lebih banyak mengarah kepada digitalisasi. Maka, bagi perusahaan yang belum menjalankan bisnis dengan digitalisasi, saat inilah moment untuk memulai digitalisasi bisnis. Dari sales atau merketing online, system management yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun, bahkan customer service atau support online untuk pelanggan,

Selain menyusun strategi bisnis untuk menghadapi new normal, Perusahaan juga harus melakukan manajemen HR dengan baik agar karyawan merasa nyaman selama bekerja. Manajemen HR di perusahaan meliputi pengelolaan absensi karyawan, proses pengajuan cuti, pengajuan klaim atau reimbursement, proses penggajian, dan masih banyak lagi. Semua tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan dengan mudah dengan menggunakan System HR.
RUN iProbe merupakan aplikasi HR yang flexible dengan kebijakan atau kondisi perusahaan. Karena setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda sehingga sudah didesign agar bisa digunakan untuk perusahaan menengah besar yang memiliki kebijakan–kebijakan yang kompleks. RUN iProbe juga sudah dilengkapi dengan fitur Employee Self Service.
