Tujuan dan 6 Metode Talent Sourcing yang Harus Dipahami
Salah satu tahapan dalam rekrutmen yang dilakukan untuk menarik kandidat potensial agar bergabung di perusahaan dinamakan talent sourcing. Pencarian bakat atau talent sourcing adalah tahapan yang cukup krusial karena tanpa diisi oleh kandidat yang berkualitas, maka hasil dari rekrutmen bisa jadi tidak memuaskan.
Agar Anda sukses merekrut kandidat terbaik untuk perusahaan, pahami value dari talent sourcing itu sendiri dan kembangkan berbagai metode untuk menemukan dan merekrut kandidat potensial yang bahkan belum memutuskan untuk bekerja.
Arti Talent Sourcing adalah..
Sebelum proses rekrutmen dilaksanakan, tahap pencarian bakat atau talent sourcing terlebih dahulu dimulai. Talent sourcing adalah proses memilih kandidat yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan perusahaan, untuk mengisi posisi yang kosong.
Proses pencarian bakat juga mengacu pada proses mengidentifikasi, meneliti, menghasilkan, dan membangun network dengan calon pekerja potensial agar mereka beralih menjadi pelamar kerja.
Tujuan Dilakukan Talent Sourcing untuk Perusahaan
Tujuan dari talent sourcing adalah untuk mendorong individu-individu potensial menjadi pelamar kerja. Oleh sebab itu, pencarian bakat merupakan titik awal dimulainya proses rekrutmen serta menjadi elemen terpenting dalam membangun talent pipeline (saluran bakat) yang kuat dan sehat.
Talent pipeline yang sehat sangat penting karena salah satu penghambat rekrutmen adalah talent pipeline yang rapuh, sehingga saat perusahaan membutuhkan kandidat, perlu waktu yang cukup lama untuk menemukan pergantian.
Dalam menjalankan tugasnya, talent sourcer bertugas untuk mencari dan mengidentifikasi bakat, menghasilkan prospek, dan membangun minat calon pekerja pada posisi pekerjaan yang sedang terbuka. Kumpulan bakat yang berhasil dihimpun talent sourcer kemudian akan diserahkan kepada recruiter untuk ditindaklanjuti pada proses rekrutmen berikutnya.
Pada saat bersamaan, tim recruiter juga mencari kandidat yang cocok dengan kriteria posisi yang dibutuhkan perusahaan melalui berbagai sumber, seperti LinkedIn dan job boards.
Baik itu talent sourcer dan tim recruiter keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan kandidat yang berkualitas dan berketerampilan tinggi!
Meskipun aplikasinya berbeda, kedua tim ini saling beriringan dan memastikan bahwa perusahaan siap menghadapi tantangan rekrutmen dan tujuan akhirnya tetap bisa mendapatkan kandidat yang tepat.
Metode-Metode yang Digunakan dalam Talent Sourcing adalah..
Setelah Anda memahami arti talent sourcing, sekarang waktunya untuk mengetahui metodenya. Talent sourcer harus selalu berinovasi dan berkembang untuk menyelesaikan proses pencarian bakat.
1. Jejaring Sosial (Social Networks)
Jejaring sosial berupa media sosial saat ini menjadi kanal paling efektif dalam menyebarkan informasi terkait lowongan pekerjaan yang dibuka perusahaan. Dalam metode ini, perusahaan memanfaatkan social network yang dimiliki untuk menggaet kandidat yang dibutuhkan.
Biasanya, kandidat yang dicari melalui media sosial maupun social network, berasal dari background dan lingkup kerja yang sama, atau berasal dari agensi yang memiliki pasokan kandidat yang akan disalurkan ke perusahaan.
Selain memanfaatkan media sosial, perusahaan juga perlu untuk memanfaatkan media sosial profesional, seperti LinkedIn, untuk memudahkan proses talent sourcing.
2. Job Boards

Job boards merupakan salah satu metode pencarian bakat yang populer karena membantu menghubungkan ribuan hingga jutaan orang dengan banyak perusahaan terbaik setiap tahunnya. Ada banyak job seeker yang menawarkan keahlian mereka agar dapat dilirik perusahaan.
Job boards ini hanya bersifat sebagai sarana untuk memposting posisi dan deskripsi pekerjaan yang sedang dibutuhkan. Untuk mendapatkan atensi dari calon pelamar kerja, perusahaan juga harus menerapkan strategi lainnya agar lebih mudah menemukan talenta terbaik.
3. Employee Referrals
Salah satu metode pencarian bakat yang secara konsisten efektif adalah promosi dari mulut ke mulut. Referensi dari karyawan lebih sering menghasilkan rekrutmen yang berkualitas dibandingkan sumber lainnya.
Setiap perusahaan pasti memahami bagaimana kualitas karyawannya dan kontribusi terbaik yang mereka berikan kepada perusahaan selama ini. Oleh karena itu, referensi kandidat potensial yang diberikan pasti tidak sembarangan.
Namun dalam metode ini juga memerlukan proses screening dan seleksi secara ketat untuk memastikan bahwa kandidat yang masuk memang mempunyai kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
4. Job Fairs
Ada banyak metode yang bisa dieksplorasi untuk mendukung proses rekrutmen online. Namun bukan berarti saluran-saluran offline, seperti job fairs tidak perlu dilakukan.
Dalam pameran kerja yang diikuti perusahaan, kandidat potensial dari luar perusahaan jadi lebih mudah terjangkau dan menjadi kesempatan baik dalam membangun employer branding.
Pastikan untuk sukses mencari bakat potensial, perusahaan telah melakukan persiapan dengan matang, mulai dari persiapan rekrutmen hingga menyusun berbagai materi promosi menarik terkait perusahaan.
5. Hubungi Kembali Kandidat yang Pernah Melamar

Saat melakukan talent sourcing, perusahaan bukan hanya mendapatkan kandidat yang saat ini cocok untuk mengisi posisi yang kosong. Namun sekaligus mendapatkan banyak kandidat terbaik yang mungkin saat ini belum dibutuhkan perusahaan. Jangan serta merta mengabaikan mereka, bisa jadi mereka akan dibutuhkan untuk rekrutmen posisi lain di masa mendatang.
Manfaatkan metode terhubung kembali dengan kandidat yang pernah melamar untuk membangun employer branding serta terbentuk komunitas profesional yang membuat proses rekrutmen makin mudah.
Metode ini dapat terlaksana dengan baik jika perusahaan memiliki software applicant tracking system yang digunakan untuk mengarsipkan dokumen dalam proses rekrutmen. Dengan sistem otomatis, perusahaan tidak memerlukan banyak biaya dan resource agar metode ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.
6. Mendekati Kandidat Pasif secara Proaktif
Menurut survei LinkedIn, sebanyak 73% pasar tenaga kerja terdiri dari pencari kerja yang pasif. Perusahaan kesulitan mengidentifikasi mereka karena tidak aktif melamar atau mencari peluang baru.
Para pencari kerja atau kandidat pasif ini mungkin saja talent potensial yang selama ini dibutuhkan oleh perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan perlu menerapkan strategi jitu untuk mendekati kandidat pasif secara proaktif.
Dalam melakukannya, perusahaan mungkin membutuhkan bantuan pihak ketiga, seperti headhunter karena memiliki database yang berisi informasi kandidat potensial.
Baca juga: 3 Tips Hadapi Talent Shortage yang Dialami oleh Perusahaan Anda
Proses Talent Sourcing dan Rekrutmen Jadi Lebih Mudah dengan BroadwaysHR
Dewasa ini, talent sourcing adalah langkah terpenting untuk menemukan dan mendapatkan talenta terbaik yang dibutuhkan perusahaan. Tim talent sourcer yang kompak terbukti mampu mendatangkan kandidat potensial yang tertarik untuk bergabung dengan perusahaan Anda.
Agar proses pencarian bakat dan rekrutmen karyawan baru dapat berjalan sesuai ekspektasi, maka dibutuhkan tools yang mendukung setiap tahapan prosesnya.
BroadwaysHR hadir untuk menjawab kebutuhan perusahaan terkait pengelolaan SDM, seperti pencarian bakat tersebut. Lewat fitur Organizing Development, aplikasi BroadwaysHR akan membantu perusahaan dalam pengembangan organisasi seperti pengaturan job holder, employee assessment, employee training dan lain-lain.
Ayo segera beralih menggunakan BroadwaysHR sekarang juga dan jangan lewatkan untuk mencoba free trial aplikasinya dengan klik di sini.
