7 Ciri-Ciri Kepemimpinan yang Baik & Cara Tingkatkannya
Menjadi leader di sebuah perusahaan bukanlah perkara yang sepele. Pasalnya, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar. Tugas seorang leader tak hanya tentang mengembangkan perusahaan saja, tapi juga mengatur jalannya aktivitas kerja para bawahannya. Lalu, bagaimana sebenarnya ciri-ciri kepemimpinan yang baik itu? Apakah Anda sudah memenuhi kriteria sebagai leader yang baik tersebut? Bagaimana pula cara tepat dalam meningkatkan engagement karyawan di dalam organisasi? Artikel di bawah ini akan mengungkap semua jawabannya secara lengkap untuk Anda!
Ciri-Ciri Kepemimpinan yang Baik

Sumber: Freepik
Apakah Anda sepenuhnya yakin, bahwa selama ini telah menjadi pemimpin yang baik untuk bawahan atau karyawan dalam satu tim? Jika belum, maka simak dulu ciri-ciri kepemimpinan yang baik berikut ini.
1. Punya Keahlian Problem SolvingÂ
Sering kali Anda akan dihadapkan pada berbagai masalah di tempat kerja. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus memiliki keahlian problem solving untuk bisa mengatasinya. Dalam hal ini, seorang leader biasanya dituntut untuk bisa berpikir cepat supaya masalah tersebut tidak berlarut-larut atau menjadi semakin besar.
2. Berani Mengambil Risiko
Berada di zona nyaman memang menyenangkan, tapi hal ini justru akan menghambat perkembangan Anda sebagai seorang pemimpin. Oleh sebab itu, seorang leader juga harus berani mengambil risiko agar bisa mendapatkan berbagai wawasan baru yang menunjang aktivitas kerja. Namun, hal ini juga memerlukan pertimbangan yang matang, bukan asal nekat saja.
3. Terbuka dengan Pendapat Orang Lain
Menjadi pemimpin tidak lantas membuat seseorang selalu benar. Seorang leader sebaiknya juga mau terbuka dengan pendapat orang lain atau karyawan di dalam timnya. Justru, berbagai pendapat yang mereka utarakan akan membantu Anda dalam membuat keputusan tertentu. Jadi, stop being bossy dan bersikaplah terbuka atas saran orang lain jika Anda ingin menjadi pemimpin yang baik.
4. Komunikatif
Ciri-ciri kepemimpinan yang baik berikutnya adalah komunikatif. Tentu saja aspek ini menjadi hal yang mutlak karena pemimpin adalah sumber informasi utama yang menjembatani perusahaan dan karyawan. Apabila leader tidak bisa menyampaikan informasi dengan benar, maka hal ini akan menimbulkan miskomunikasi antar anggota tim.
5. Punya Sifat Peduli
Kepedulian seorang leader kepada anggota timnya juga sangat memengaruhi semangat kerja karyawan. Jika selama ini Anda mengabaikannya, maka mulailah dari sekarang! Berikan perhatian-perhatian kecil yang bisa memotivasi karyawan saat bekerja. Misalnya saja mengingatkan makan siang, menyapa lebih dulu, memberi ucapan selamat ulang tahun, dan sebagainya.
6. Mampu Berpikir Strategis
Seorang pemimpin juga harus bisa berpikir secara strategis. Apa artinya? Maksudnya dalam setiap pengambilan keputusan, leader harus paham betul dengan langkah-langkah yang akan dilakukan, sehingga semuanya dapat berjalan secara efektif dan efisien.
7. Memberi Teladan yang Baik
Pemimpin yang baik adalah mereka yang bisa memberi contoh nyata pada anggota timnya. Dengan kata lain, Anda harus bisa menempatkan diri sebagai panutan atau teladan saat bekerja. Bagaimana caranya? Lakukan dari yang paling mudah dulu saja seperti berangkat kerja secara on time, punya integritas tinggi, jujur, dan bersikap baik ke semua karyawan atau anggota tim.
Baca juga: 5 Jenis Gaya Kepemimpinan & Skill Wajib yang Harus Dikuasai
Tips Meningkatkan Team Engagement bagi Leader

Sumber: Freepik
Seorang leader juga dituntut untuk bisa membangun team engagement dalam mencapai tujuan perusahaan. Pasalnya, tujuan perusahaan hanya bisa tercapai jika setiap anggota tim dapat berkoordinasi dengan baik. Simak bagaimana cara membangun/meningkatkan team engagement di perusahaan berikut ini.
1. Membangun Hubungan Sosial yang Baik di Tempat Kerja
Perusahaan bukan hanya tempat untuk bekerja, tapi juga bersosialisasi dengan sesama rekan kerja. Bagaimana karyawan dapat berkoordinasi dengan baik apabila tidak saling terhubung satu sama lain.
Hubungan sosial antar pegawai yang terjalin dengan baik akan menciptakan kenyamanan dalam bekerja. Tak hanya itu saja, hal ini juga menimbulkan perasaan bahagia, menambah semangat kerja karyawan, hingga meningkatkan produktivitas. Nah, hal ini bisa dimulai dari pemimpinnya untuk selalu terhubung dengan semua anggota tim.
2. Memberikan Feedback ke Karyawan Secara Berkala
Cara lain yang bisa diusahakan untuk meningkatkan keterlibatan tim adalah dengan memberikan feedback secara berkala. Umumnya, feedback diberikan bersamaan dengan hasil penilaian kerja yang rata-rata dilakukan dua kali dalam setahun.
Namun, Anda bisa membuat sedikit perubahan dengan memberikan feedback secara rutin, misalnya saja saat weekly meeting atau briefing kerja di awal minggu. Selain memberikan saran dan kritik yang membangun, sebagai leader, Anda juga sebaiknya memberikan apresiasi untuk menghargai kerja keras karyawan.
3. Menjalin Komunikasi yang Efektif dan Transparan
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa salah satu ciri kepemimpinan yang baik adalah komunikatif. Dalam hal ini, leader harus bisa menciptakan komunikasi yang efektif dan transparan untuk mencegah miskomunikasi ke sesama anggota tim. Komunikasi ini tak hanya mencakup atasan ke bawahan saja, tapi juga sebaliknya.
4. Memberikan Apresiasi ke Karyawan
Penghargaan atas kinerja baik karyawan tak harus menunggu evaluasi kinerja karyawan dilakukan. Anda bisa mengucapkan terima kasih atau memberikan pujian atas hasil kerja yang baik di hadapan tim lainnya. Meski terdengar sepele, hal ini dapat meningkatkan semangat kerja mereka untuk selalu mengusahakan yang terbaik di tempat kerja.
5. Dorong Kepercayaan Diri Karyawan
Rasa percaya diri karyawan juga ikut menyumbang peningkatan engagement di dalam perusahaan. Lalu, faktor apa saja yang memengaruhi tingkat kepercayaan diri pada karyawan?
Selain feedback positif dari atasan, hal lain yang ikut memengaruhi adalah kondisi finansial perusahaan, peluang jenjang karier yang lebih tinggi, kenaikan gaji, dan punya partner kerja yang saling mendukung serta dapat diandalkan.
6. Mengutamakan Kesehatan Fisik dan Mental Pekerja
Keterlibatan karyawan juga bisa meningkat saat perusahaan mengutamakan kesejahteraan mereka baik secara fisik maupun mental. Rutinitas kerja yang padat kerap kali mengganggu kesehatan karyawan. Oleh sebab itu, perusahaan bisa memberikan ruang bagi para pekerja agar tetap bisa menjaga kesehatan fisik dan mental selama bekerja.
Dorong mereka untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan membuat program kesehatan karyawan. Anda juga bisa memberikan subsidi atau tunjangan kesehatan di luar perusahaan yang mendukung karyawan agar tetap sehat secara fisik dan mental.
Baca juga: Employee Engagement dalam Bisnis: Manfaat dan Cara Mengukurnya
Itulah informasi penting tentang ciri-ciri kepemimpinan yang baik di dalam perusahaan. Ternyata memperhatikan kesehatan fisik dan mental karyawan juga menjadi aspek penting dalam meningkatkan keterlibatan karyawan di dalam organisasi.
Selain mengupayakan berbagai subsidi atau tunjangan kesehatan tertentu, perusahaan juga harus memberikan jaminan sosial bagi setiap karyawan. Misalnya saja dengan mendaftarkan keanggotaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Untuk memudahkan proses pendaftarannya, perusahaan bisa memanfaatkan fitur Social Security Management dari BroadwaysHR. Menariknya, fitur ini juga bisa Anda pakai untuk mengelola dana pensiun karyawan dan program asuransi lainnya.
Klik di sini untuk mengetahui fitur-fitur unggulan lainnya dan nikmati layanan free trial aplikasi BroadwaysHR selama 30 hari dengan mendaftar sekarang juga!
