7 Cara Tepat dalam Menghadapi Great Resignation
Pada akhir tahun 2020 silam, sempat terjadi fenomena yang cukup menggemparkan dunia kerja. Pasalnya, banyak pekerja yang secara sadar dan sukarela mengajukan pengunduran diri secara massal. Peristiwa tersebut kemudian dijuluki dengan sebutan great resignation.Â
Aksi resign massal tersebut khususnya banyak terjadi di beberapa negara seperti Amerika dan negara-negara Eropa. Perusahaan yang tidak memiliki persiapan pun akhirnya kewalahan dan harus menanggung dampak yang cukup signifikan akibat pengunduran diri besar-besaran tersebut.
Tak hanya sampai di situ saja, fenomena great resignation kini juga mulai merebak di negara-negara Asia, terutama wilayah Asia Pasifik. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah aksi resign massal tersebut juga akan merebak di tanah air? Sebagai langkah antisipasi, perusahaan-perusahaan di tanah air sebaiknya menerapkan beberapa strategi berikut ini.
Pengertian Great Resignation

Sumber: Freepik
Sebelum membahas tentang bagaimana cara menghadapi fenomena resign massal yang kemungkinan bisa terjadi di tanah air, Anda sebaiknya memahami dulu maknanya. Great resignation adalah tren pengunduran diri secara besar-besaran oleh para pekerja dari berbagai sektor.Â
Meski ada banyak faktor yang melatarbelakangi tren tersebut, tapi pandemi Covid-19 dianggap sebagai penyebab utamanya. Banyaknya perusahaan yang melakukan PHK selama pandemi berlangsung, kemudian justru mengubah preferensi kerja para karyawan, sehingga hal tersebut memengaruhi gaya kerja pada tiap individu.
Pemutusan hubungan kerja akibat pandemi tersebut membuat para pekerja mulai mencari makna dalam profesi yang dijalani dan menyadari pentingnya work life balance. Selain itu, perkembangan teknologi yang semakin pesat juga menjadi faktor lain yang mengubah pandangan individu dalam memilih pekerjaan.
Baca juga: 8 Alasan Paling Banyak Diungkap Karyawan saat Resign Kerja
Apakah Great Resignation Berpotensi Terjadi di Indonesia
Berdasarkan penjelasan sebelumnya, fenomena great resignation terjadi di negara Amerika, Eropa, dan beberapa wilayah di Asia Pasifik. Artinya, tren resign massal tersebut belum merebak di tanah air. Meski demikian, setiap perusahaan yang ada di Indonesia sebaiknya tetap waspada terhadap potensi pengunduran diri besar-besaran ini.
Pasalnya, perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang cukup dinamis bisa memengaruhi perilaku serta preferensi karyawan dalam bekerja. Oleh sebab itu, perusahaan perlu menyiapkan strategi jitu dalam mengantisipasi dinamika tersebut.
Baca juga: Hak Karyawan Resign yang Harus Dipenuhi Perusahaan
Tips Mengatasi Great Resignation

Sumber: Freepik
Meski potensi resign massal bisa sewaktu-waktu terjadi di Indonesia, tapi Anda tidak perlu khawatir secara berlebihan. Namun, kemungkinan tersebut juga tidak boleh disepelekan karena akan membawa dampak yang merugikan perusahaan apabila benar-benar terjadi. Oleh sebab itu, perusahaan bisa menerapkan beberapa strategi di bawah ini untuk mengantisipasinya.
1. Meningkatkan Employee Engagement
Employee engagement adalah keterlibatan dan antusiasme karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya di tempat kerja. Peningkatan employee engagement dianggap mampu mengatasi keinginan karyawan untuk keluar dari perusahaan.
Lalu bagaimana caranya? Ada banyak cara yang bisa perusahaan lakukan yaitu dengan mengakui hasil kerja keras karyawan, mendengarkan aspirasi pekerja, membangun komunikasi yang efektif, memberikan training/program pengembangan karyawan, dan lain-lain.
Semakin tinggi keterlibatan karyawan di perusahaan, maka hubungan antara pekerja dan perusahaan juga semakin erat. Imbasnya, loyalitas dan kepuasan karyawan terhadap perusahaan juga akan ikut meningkat.
2. Memperhatikan Kesejahteraan Karyawan
Strategi berikutnya yang bisa perusahaan lakukan dalam mengatasi pengunduran diri besar-besaran yaitu dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan. Berikan kompensasi finansial yang menarik guna meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Selain itu, ciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan suportif, supaya karyawan merasa betah dalam bekerja. Jadi, strategi dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan tidak hanya sekedar dukungan finansial saja, tapi juga psikis.
3. Bangun Komunikasi yang Terbuka
Karyawan mungkin memiliki beberapa kendala tertentu selama bekerja. Sayangnya, tidak semua individu berani menyampaikan rasa tidak nyaman atau kekhawatiran yang sedang mereka rasakan. Jika tidak diselesaikan, justru hal ini bisa memicu karyawan untuk keluar dari perusahaan.
Oleh sebab itu, perlu adanya komunikasi yang terbuka antara perusahaan dengan karyawan. Dalam hal ini, tim HR wajib merespons setiap keluhan yang disampaikan pekerja secara positif. Selain itu, pihak HRD juga bisa mengusahakan untuk membuat forum, sesi konseling, dan lain-lain guna merangkul kepercayaan karyawan terhadap perusahaan.
4. Mendukung Terciptanya Work Life Balance
Pergeseran cara pandang dan perilaku karyawan terhadap pekerjaan membuat fleksibilitas kerja menjadi hal yang sangat penting. Perusahaan bisa menerapkan sistem kerja yang menunjang work life balance demi meningkatkan kepuasan dan loyalitas pekerja.
Apabila memungkinkan, perusahaan bisa menerapkan sistem kerja hybrid atau work from home untuk menyelaraskan kehidupan profesional dan pribadi agar berjalan secara selaras dan harmonis.
5. Kesempatan untuk Mengembangkan Karier
Pekerja yang tidak memiliki kejelasan jenjang karier di masa depan cenderung memilih pergi dari perusahaan. Oleh karena itu, tim HR sebaiknya memberikan dukungan dan perhatian penuh terhadap perkembangan karier pada tiap individu.
Dukungan tersebut bisa diimplementasikan dengan membuat rencana pengembangan individu yang secara tidak langsung akan memotivasi karyawan untuk memberikan performa kerja terbaiknya.
6. Analisis Data Karyawan
Perusahaan bisa melakukan analisis data untuk memperkirakan tren resign karyawan di perusahaan. Tim HR mungkin perlu memanfaatkan dukungan teknologi dalam menemukan pola dan tanda-tanda awal pada karyawan yang berniat mengajukan resign. Dengan melakukan hal ini, perusahaan bisa menyiapkan langkah pencegahan untuk mempertahankan karyawan tersebut di dalam organisasi.
7. Melakukan Evaluasi Terkait Kebutuhan Karyawan
Strategi terakhir yang bisa perusahaan upayakan untuk mempertahankan karyawan yaitu dengan memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Oleh sebab itu, lakukan evaluasi kebutuhan karyawan secara rutin yang berfokus pada pemberian insentif dan pengembangan individu. Langkah ini secara efektif akan meningkatkan kenyamanan, kepuasan, keterikatan, dan perasaan dihargai di perusahaan.
Baca juga: Ini 3 Kerugian Karyawan yang Resign Tanpa One Month Notice
Kelola SDM Perusahaan dengan BroadwaysHR
Pengunduran diri karyawan akan berpengaruh pada urusan database pekerja di dalam perusahaan. Untuk memudahkan tim HR dalam memproses pengajuan resign serta meninjau ulang berbagai data pada karyawan tersebut, Anda bisa memanfaatkan fitur Employee Management dari BroadwaysHR.
Segala hal terkait pengelolaan SDM kini menjadi semakin mudah dan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi HRIS berbasis cloud tersebut. Klik di sini untuk terhubung dengan tim kami dan jangan lupa untuk mendaftar sekarang juga!
